Rakazidia

Lilypie Third Birthday tickers

our journey of love

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Jumat, 25 Februari 2011

Love to be Vet

Beberapa saat lalu aku dibelikan novel sama Fatra judulnya "Dog Stories, buku ini menceritakan tentang seorang dokter hewan dengan kecintaannya dengan anjing dan pekerjaannya.
Aku memang bahagia dan nyaman sekali dengan profesiku ini tapi dengan buku ini aku jadi semakin bersyukur dengan jalan Tuhan yang menjadikan aku sebagai dokter hewan.
Menjadi dokter hewan memang bukan cita-citaku dari kecil tapi aku memang sayang dengan hewan-hewan dari kecil, teman masa SD ku dan kita baru ketemu lagi baru-baru ini tidak heran aku jadi dokter hewan.
Dari awal masuk Fakultas Kedokteran Hewan aku sudah tahu akan jadi dokter hewan seperti apa nantinya, aku pasti pilih sebagai praktisi hewan kecil yang lebih banyak berhubungan dengan anjing dan kucing. Saat awal masuk kuliah sampai sekarang aku sering sekali menerima pertanyaan "Kenapa masuk kedokteran hewan, kok ga kedokteran manusia aja?".. wah ratusan kali kayaknya aku terima pertanyaan seperti itu, ampe bosen sebeeeeeeel banget... duh pak ga tau yah klo ga ada dokter hewan bisa-bisa manusia juga kena bahaya. kenapa sih profesi ini dipandang sebelah mata?? hihihi.. egoku jalan deh...
Tapi dengan berjalannya cara pandang masyarakat sekarang sudah sangat sedikit pertanyaan menyebalkan seperti itu... Dan juga sekarang sih terserah apa kata mereka, aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan pekerjaanku ini..


Aku sih bersyukur sekali dengan umurku yang masih muda aku sudah tahu pekerjaan apa yang aku cintai tidak terjebak dalam pekerjaan yang buat bosan, sekarang tinggal bangun cita-citaku untuk punya klinik sendiri nantinya. Aku pingin sekali suatu saat nanti punya klinik hewan sendiri yang lengkap fasilitasnya dengan toko perlengkapan hewan yang menarik untuk dikunjungi.
Rencana jangka panjang sih tapi ilmunya tentu sudah harus dirintis dari sekarang donk..
Beruntungnya aku punya Fatra yang mendukung sekali cita-citaku ini dan dia malah membantuku buat mewujudkannya, mudah-mudahan cita-citaku ini cepat kesampaian.
Sebelum ini aku sempat punya pacar yang melarang aku untuk jadi dokter hewan praktisi padahal dia dokter hewan juga, wah rasanya cita-citaku dikubur seketika gitu.. Untungnya aku putus dan tetap bisa menemukan jiwaku di pekerjaan ini.

Pekerjaanku saat ini waktunya sangat fleksibel dan aku jadi punya waktu banyak untuk mempersiapkan sendiri pernikahanku, bisa buat kebaya dan souvenir sendiri.
Intinya I love to be veterinarian, love my profesion.. hehe..
Dari semua itu pekerjaanku jadi menyenangkan karena aku dikelilingi hewan-hewan lucu sepanjang hidupku, menyenangkan rasanya melihat hewan-hewan yang kembali sehat dan lincah setelah meraka sakit.
Kadang juga ada kesedihan dalam profesiku ini , saat hewan-hewan itu sakit sudah sangat parah dan tidak dapat tertolong lagi. Melihat para pemilik ditinggal hewan yang sudah bertahun-tahun jadi bagian dalam hidup mereka, bagian dari keluarga mereka pergi juga cukup menyakitkan bagiku.
Mungkin banyak orang yang berpikir dokter tidak akan punya ikatan dan kepedulian sedalam itu pada pasien-pasiennya apalagi pasiennya hewan tapi orang-orang itu salah, banyak sekali pelajaran hidup yang aku bisa ambil dari profesi ini. Ada anjing yang sudah menjadi bagian hidup berbelas-belas tahun seorang oma, anjing ini yang menjadi penghibur saat oma ini ditinggal pergi sang opa dan saat anjing ini harus pergi pun rasanya seperti kehilangan anak. Atau kadang-kadang ada juga rasa marah jika ada orang yang kaya, cantik, keren tapi kok cuek banget sama peliharaannya,, peliharaannya kotor, kurus tak terurus.. huhhh sebel banget.. mereka punya hewan hanya sekedar gaya-gayaan aja karena sekarang lg ngetrend punya hewan peliharaan.. jahat banget sih, hewannya itu kan sekarang sudah sangat bergantung sama dia hidupnya tapi ga diurus.. dosa kan menyia2kan nyawa makhluk Tuhan..

Yang paling aku benci adalah saat menyampaikan kabar buruk ke pemilik..Berat rasanya saat harus menyampaikan kabar ke pemilik saat hewan-hewan mereka tak dapat ditolong, tapi inilah kehidupan ada yang datang dan pergi. Ada kebahagiaan saat menyaksikan hewan-hewan yang datang sakit lalu bisa pulang dengan lincah.
Hidup ini memang penuh warna begitu juga pekerjaanku..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar