Rakazidia

Lilypie Third Birthday tickers

our journey of love

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Jumat, 25 Februari 2011

Broken home?? it isn't my fault

Terinspirasi dari tulisannya kak Shinta yang tentang orangtuanya Hans di my diary nya weddingku.com yang berpikiran terbuka secara dia bule trus jadi pengen curhat dan share deh.

Aku anak dari orangtua yang berpisah tapi aku sudah terbiasa dan tidak merasa ada yang salah dan perlu disalahkan atas hal ini, ini hanya takdir Tuhan and i love my parents..
Aku tidak pernah sedikitpun merasa malu atau minder ketika bicara orangtuaku sudah bercerai, kecewa atau sedih memang pernah tapi dengan berjalannya umurku semua itu berganti dengan keikhlasan dan terima keadaan ini. Tidak pernah ada niat buat aku untuk jadi anak nakal untuk membalasnya, atau apalah efek-efek yang kata orang anak korban broken home.. Efek-efek itu menurutku cuma sebuah alasan konyol buat anak-anak yang emang aja pengen nakal.
Orangtua sudah punya cukup masalah kalau anaknya nakal berati cuma nambah-nambahin masalah aja donk..

Tapi pernah ada suatu kejadian yang sangat melukaiku dan aku inget banget...
Ini tentang mantanku dan orangtuanya.. Bagi mereka ini adalah suatu aib besar dan sulit mereka terima...Mantanku berpikir keras saat ingin mengenalkanku ke orangtuanya, sebabnya salah satunya adalah karena orangtuaku sudah berpisah. Duerrrrr... sakit banget dengernya.. hei..itu bukan mauku, kalau bisa juga aku maunya punya orang tua yang bersama (bukan keluarga utuh yah sebutnya, karena bagiku keluargaku tetap utuh kok.. aku punya mami, punya papi punya saudara-saudara).
Baru sekali-kalinya aku dipandang sebagai orang yang hina sebagai anak broken home, padahal aku dari kecil membangun jiwaku untuk menerima keluargaku memang seperti ini dan ga ada yang salah dari itu untuk bisa bergaul dan berprestasi sama seperti yang lain.
Kejadian itu buat aku trauma banget dan sedikit berkecil hati..
Sepertinya memang banyak banget yah anak-anak dari keluarga yang orangtuanya berpisah diperlakukan seperti itu. Apakah mereka tidak tahu, kalau kami sebetulnya juga tidak ingin hal seperti itu terjadi pada kami????

Setelah pisah dari dia aku pacaran sama Fatra dan akupun sempat tanya sama dia.. "orangtua kamu gak apa-apa dengan keadaan orangtua aku?".
Fatra justru bingung dengan pertanyaanku itu dan membesarkan hatiku dengan bilang kalau dia dan orangtuanya tidak pernah ada masalah dengan hal-hal seperti itu, itu jalan dan pilihan masing-masing dan mereka hargai itu.

Mungkin orang-orang yang menganggap anak-anak dengan orangtua berpisah akan bersikap sama dan akan dengan mudah memilih untuk berpisah kali yah??
mereka salah besar, anak-anak seperti kami yang tau persis keadaannya akan lebih hati-hati untuk menjaga keluarganya agar tidak sama seperti orangtuanya.

Kalau menurutku anak-anak seperti kami justru lebih kuat dan dewasa lho.. ini sih menurutku yah, mungkin tidak semua anak bisa seperti itu. Aku sendiri sih merasa dengan hal ini buat aku bisa sedikit berpikir lebih dewasa, ini juga berjalan perlahan. Dulu aku marah, kecewa dan dengan egois minta mereka tetap sama-sama tanpa berpikir apa sih perasaan orangtuaku. Tapi akhirnya bisa menerima semuanya, toh belum tentu kalau dipaksakan bersama mereka bahagia kan?
Aku bukan bangga dan bahagia sebagai anak dari orangtua yang berpisah tapi aku bangga dan bahagia jadi anak orangtuaku...
love you mami papi...

wah curhatnya kepanjangan nih ntar bisa-bisa ampe tidur deh bacanya...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar