Rakazidia

Lilypie Third Birthday tickers

our journey of love

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Senin, 07 Desember 2015

Pecah Ketuban Dini tak selalu berakhir Caesar dan bahkan masih bisa melahirkan dengan Gentle

Hutang cerita yang ditunggu dari berbagi rencana di bahasan sebelumnya.. ini saatnya berbagi keindahan proses melahirkan Abiyyu.

Minggu tanggal 29 November 2015 sebetulnya ada kelas Prenatal yang membahas tentang Birth Plan dan Mungkin memang sudah feeling dari beberapa hari sebelumnya saya sudah mengirim email ke Bidan Yuli berisi Birth Plan saya dengan perasaan "kayaknya ga bisa datang deh ke kelas, jd kirim duluan aja deh".

Kamis, 26 November 2015 dengan usia kehamilan 37 minggu 4 hari dan masih jauh dr HPL yang sekitar 7-14 Desember, pasienpun lagi banyak-banyaknya dari yang minta steril sampai yang mmg sakit. Malam ini sy masih sempat operasi dan menerima banyak pasien jadinya baru bs pulang ke rumah jam 21.30 malam. Sampai rumah siap2 buat istirahat dan tiba2 kok basah2 nih? langsung bilang ke suami "Yah.. Ketubanku pecah nih.. tolong telponin bidan Yuli harus bagaimana?"
Dibilang panik sebetulnya sih enggak, tapi ini diluar rencana..bener-bener ga kepikirian kalau proses melahirkan diawali dengan ketuban pecah duluan..malah weekend nya rencana mau ke Bandung nengokin Bokap..
Dan aku sadar betul, ini sudah waktunya melahirkan dalam waktu dekat.
Ketuban banjir banget keluarnya tapi tanpa disertai mules sama sekali, biasa aja kayak pipis tapi ga bs dikontrol, ga bs ditahan..
Setelah telpon bidan Yuli, beliau bilang "langsung ke klinik aja!"
Yaudahlah kita langsung siap2, aku tiduran tenang dan ga panik.. suamiku masukin bbrp barang tambahan yang belum masuk ke tas persiapan..mmg belum lengkap karena aku pikir masih 1-2 minggu lagi..
Si Abang udah tidur, langsung lah diboyong semua masuk mobil..
Rencana awal Abang akan ditinggal di rumah Omi kalau saat melahirkan tapi ga mungkin karena Abangnya tidur dan bakalan kaget kalau bangun di tempat beda dan ga ada ayah bundanya, jadilah jemput Omi aja.

Sampai Klinik Puspa tempatnya bidan Yuli dicek ternyata baru bukaan 2 dan karena mmg ga ada mules sama sekali, dikasih opsi mau tidur disitu atau pulang ke rumah Omi? dengan syarat aku wajib bs tidur dulu jangan begadang.
Pilihan yang kita ambil pulang supaya lebih tenang dan nyaman, besok pagi balik lagi.. dan lokasi mmg dekat dr rumah Omi.

Sampai rumah Omi bener aku bs tidur dengan lumayan enak karena ketuban sudah tidak terlalu mengalir, sudah mengalir membasahi 1 bed cover pas di mobil. dan karena mmg capek jg abis praktek sampai malam.
Besok paginya pun belum ada mules apa2 dan kami memutuskan berangkat aja ke Klinik setelah membujuk si Abang buat nunggu di rumah Omi.
Abang dengan super baiknya mau melepas kami dengan senyuman dan baik bangeeet malah sampai sempet bilang "adek cepet keluar ya! nanti main sama aku"
huaaaaa terharu sedih ninggalin dia.. sempet nangis di jalan tapi langsung diinget Fatra dan Omi spy ga begitu dan harus fokus ke kelahiran dulu, abangnya gpp dan baik2 aja.

Di klinik sampai sore belum ada kontraksi apa2 dan agak sempet worry karena ketuban udah keluar banyak semalam.. suamiku nanya "ketubannya habis gpp bu bidan?"
Bidan Yuli bilang "ketuban itu banyak, ga akan habis, kalau mau yakin coba USG aja dulu nanti balik lg"
suamiku percaya dan menyakini ga bakalan habis jadi kami jadi lebih tenang... ini supernya bidan Yuli, bikin tenang dan ga nakut2in..
kalau beliau aja santai dan yakin jadi kita juga yakin dan santai. sempet mungkin dipikiran masing-masing khawatir tetapi ga ada yang dikeluarin dan disimpan aja sendiri.
afirmasi positif dan yakin akan bisa gentle..

Pas malam sebelumnya mmg bidan Yuli sudah meminta sy baca ttg tata laksana ketuban pecah dini di bidankita.com.. setidaknya sy sudah tau garis besarnya jika aman menunggu sampai 48 jam setelah ketuban pecah dengan syarat tidak ada demam, tidak ada infeksi yg masuk dan DDJ janin terpantau baik dan stabil. Semuanya OK, kita hanya nunggu.

Sampai sore sekitar jam 16.00 kita jalan-jalan ke Tridas Waterpark dan mencoba naik turun tangga lumayan berasa ada dorongan tetapi ringan belum sampai mulas hebat. (kata siapa KPD cm boleh tiduran aja ga boleh bangun? aku msh bs jalan2 lho)
Balik lg ke klinik aku dimassage lalu mandi air hangat..

Nanya lg ke bidan Devita, dan Bidan Ruth para asisten Bidan Yuli, aku bs exercise apa aja nih spy mulasnya makin berasa?
dikasihlah aku Gym Ball dan diminta Pelvic Rocking disitu..
Sekitar jam 19.00 aku di VT lg dan bukaan baru bukaan 3 ternyata..
Bidan Yuli lalu minta suami Rebozzo.. yaitu teknik dengan kain panjang lalu digoyang-goyangkan panggulku.. teknik ini membuat kepala bayi mengunci di ruang panggul dan akan mempermudah bukaan.
Setelah itu aku teruskan exercise dengan Gym Ball dan berbagai gerakan yoga lain yang sudah dipelajari.

Reaksinya?
wow.. langsung deh tuh dari jam 21.00 mulai kerasa kontraksi yang kuat.. dan selama kontraksi itu Bidan Ruth atau bidan Devita mendampingi lho, aku dipijiti di bagian-bagian yang mengurangi rasa sakit. Di RS? mana ada yg mijitin kita kayak begitu coba? hehehe
Sekitar jam 22.00 dorongan seperti ingin mengejan mulai timbul dan lagi-lagi para bidan cantik ini mendampingi dan diberikan teknik Rebozzo yang mengurangi rasa ingin mengejan.
Saat terasa kontraksi aku mulai mengatur nafas dan juga dibantu para bidan mengurangi rasa sakit, maka kontraksi rasanya tidak terlalu menakutkan dan dinikmati bgt. ini tanda si dede akan cepat keluar. Karena Vt baru jam 19.00 td, maka jadwal selanjtnya jam 23.00.. Pas di cek jam tersebut ternyata sudah bukaan 8.

 Bidan Yuli nanya "jadi mau waterbirth?".. aku jawab "jika memungkinkan kondisinya iya aku mau"
karena di birthplannya mmg berisi rencana waterbirth atau persalinan normal lain yang nyaman, ga saklek harus waterbirth. Langsung lah disiapkan kolam dan air hangatnya...
Setelah siap dan masuklah aku ke kolam air hangat itu, dalam waterbirth kita bebas memilih posisi yg nyaman untuk mengejan dan di dalam kolam hanya sendirian benar-benar sendiri jadi kita bebas maunya gimana. Tapi entah karena keenakan di dalam air hangat yang membuat rasa sakit menjadi berkurang dan mengejan menjadi tidak terlalu kuat atau mmg dedenya ga mau nih di air. hehehehe

naik lg lah aku ke atas, ke tempat tidur bersalin aja seperti biasa..
disini dibantulah aku untuk berpegangan, ada mamiku di kepala yg bantu.. trus karena takut kehabisan tenaga, sambil mengejan jadilah aku sambil makan kurma.. kata bidan Yuli " dedenya doyan makan nih nanti, lahirannya mau bunda sambil ngunyah"
hehehe dan ternyata memang benar, karena makan kurma jadi ada tenaga dan jd fokus ke kunyahan jg,,jadilah si dede keluar juga..
dan ternyata dia ada lilitan tali pusat juga seperti abangnya di leher 1 lilitan.

Saat kepala sudah keluar separuh, bidan Yuli meminta sy berhenti mengejan dan digantikan dengan batuk.. wow batuk? kok batuk?
saat batuk ternyata kepala bayi keluar sedikit sedikit bersamaan dengan batukan, dan dengan ini ternyata membuat perineum bebas dari robekan... woww... hehehe tanpa jahitan lho... senangnya..

Pas keluar wow rasanya lega, bahagia bangeeeet...
28 November 2015, pukul 00.55 WIB Lahirlah KALANDRA ABIYYU RALIA langsung si dede IMD taruh di dada.. tapi ternyata dia juga capek dan ga berminat nenen jd cm tidur aja.. apalagi plasentanya jg masih nempel sama dia, jd masih nyaman.. sekitar 1 jam lebih IMD lalu aku dan bayinya dibersihkan..
saat dibersihkan si dd sempet mukul baskom tempat plasentanya sampai Bidan Ruth kaget karena baskomnya jadi mau jatuh... si bayi umur sejam kuat bgt tenaganya..

Kelahiran kali ini menghapus semua trauma kelahiran abangnya dulu yang penuh dengan intervensi, bs dibaca proses melahirkan si abang di postingan-postingan sebelumnya.

Birth plan yang dibuat? hampir semua atau bahkan semuanya ya yg sesuai dengan apa yg kumau dan kutuliskan disana..
melahirkan yg nyaman, normal, alami tanpa intervensi medis berlebih.
Melahirkan tanpa induksi, tanpa episiotomy, tanpa vacum dengan bonus malah tanpa ambeien yang keluar seperti abangnya dulu..
dan Delay Cord Clamping selama hampir 10 jam.. tali pusatnya baru dipotong jam 10.30 pagi oleh ayahnya sendiri..


Chemistry, yg dibangun dari awal ke bidan Yuli.. sejak usia kehamilan 21 minggu sudah ikut yoga dengan beliau dan berbagi cerita pengalaman dan sejak saat itu yakin akan lahiran dengan beliau.
Kepercayaan kuat bahwa beliau bisa membantu persalinan alami seperti yang aku inginkan..
dan juga sebaliknya, kepercayaan dari beliau bahwa aku bs melahirkan sesuai dengan rencana.
Alhamdulillah...


Syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, Terima kasih kepada Bidan Yuli dan tim Klinik Puspa .. Bidan Patmah, Bidan Devita, Bidan Ruth dan Mba Sri...
Suami dan orang tua yang percaya dan mendoakan serta mendukung  apa yang aku mau..
dan si Abang yang udah jadi kakak hebat yang bener-bener anteng seperti harapan kita saat menulis keinginan melahirkan seperti apa yang kita mau...

KPD atau Ketuban Pecah Dini ku berakhir dengan indah dan sesuai birth plan..
Saat hamil yakinkan pada diri kalian, afirmasi positif bahwa yang terjadi nanti sesuai harapan kita..
buang jauh-jauh pikiran jelek ini itu tapi tetap kuatkan hati jika memang harus terjadi yang tidak sesuai rencana..

Berbagi pengalaman.. semoga bermanfaat..
Foto : Abiyyu umur beberapa jam


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar