Rakazidia

Lilypie Third Birthday tickers

our journey of love

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Rabu, 13 Februari 2013

Ketika bayi kami masuk NICU



Anak kami telah lahir, laki2 dengan berat 2,7 kg dan panjang 48 cm di 21 Desember pukul 18. 27 dan diberi nama Rakazidia Inggoro Ralia dengan panggilan Zidia
Setelah dede keluar, dia sempat ditaruh diperutku aku memegangnya lalu dia dibawa keluar untuk dibersihkan diikuti Ayahnya.. aku melihat dia sangat putih, pucat??
Sembari menunggu untuk dibersihkan dan dibawa masuk kembali untuk IMD, dokter masih menanganiku untuk membersihkan plasenta, darah dan menjahit..

Lama tidak juga masuk lalu dokter bertanya pada bidan “mana dedenya?mau IMD”
Tak lama kemudian Fatra masuk lalu memberitahu kalau dede ada masalah, tidak bisa IMD. Ada apa???? Rasanya bingung, sedih dan ketakutan.. Dede harus mendapat perawatan dan masuk NICU karena ada masalah dengan nafasnya. Kenapa??

Malam itu aku masuk ruang perawatan untuk pemulihan, aku belum bisa memeluknya atau bahkan melihat wajahnya saja belum. Tapi untungnya aku punya suami yang hebat, dia menenangkanku dan mengurus segalanya di ruang NICU untuk bayi kami. Bayi kami di rontgen dan menurut dokter ada flek yang mengganggu nafasnya sehingga tangisnya tidak kencang. Nilai Apgarnya kuketahui kemudian dr dokter anak 7/8 tapi di keterangan tertulis 8/9. Ada sedikit haematom juga di kulit kepalanya yang bisa diakibatkan benturan saat lahir atau karena bantuan vacum.

Tengah malam suamiku mendapat telepon dari ruang NICU dan diminta datang kesana, hatiku khawatir deg2an ga karuan “ada apa?” selalu seperti itu setiap suamiku terima telepon sampai berhari-hari kemudian pun tetap seperti itu.
Ternyata suster hanya memberitahu hasil lab darahnya yang sudah keluar tetapi kondisi bayi kami stabil.

Paginya aku baru diperbolehkan melihatnya, pagi2 sekali aku sudah siap untuk melihatnya. Saat aku melihatnya hatiku sedih sekaligus sedikit lega, bayiku terpasang selang ke hidung dan mulutnya kasihan sekali melihatnya seperti itu tapi aku lega karena bayiku terlihat sehat secara fisik dan aku tahu dia kuat. Aku belum juga dapat memeluknya karena dia dipasangi alat, aku harus puas dengan hanya memegang tangannya dan mengelus kepalanya dan membisikkan sedikit kata2 dan setelah itu aku harus keluar.
Aku kira aku dapat menengoknya setiap saat atau minimal sekali sehati tapi ternyata tidak diperbolehkan lagi karena menurut RS itu adalah ruang steril dimana tidak bisa sembarang orang masuk, selanjutnya aku hanya bisa melihatnya dari balik kaca. Dia minum ASIP ku lewat selangnya.



Hari-hari berlalu dan keadaannya semakin membaik, pada hari ke 5 selangnya sudah bisa dibuka dan dia bisa minum tapi masih lewat dot tidak juga menyusu dariku. Masalah lain datang, dia kuning hiperbilirubinemia dikarenakan pecahan sel darah dari haematom nya dan juga fisiologis pada bayi2 apalagi ternyata golongan darah kami berbeda.

Hari ke 8 kami diminta datang (setiap hari ayahnya yang datang), untuk belajar menyusu dariku langsung, senangnya hatiku aku akan dapat memegang dan memeluknya. Seharian hari itu aku di RS mencoba untuk menyusuinya danbelajar dari suster untuk memandikannya. Besar harapan kami  besok Zidia sudah bisa pulang ke rumah dikarenakan hasil lab nya sudah baik, bilirubinnya sudah normal .

Nilai Bilirubin Zidia
Hari ke -2                             = 7,79 mg/dl
Hari ke-  4                            = 13,2 mg/dl
Hari ke – 5                           = 14,13  mg/dl
Hari ke-6                              = 13,42 mg/dl
Hari ke-7                              = 12,12 mg/dl
Hari ke-8                              = 9,29 mg/dl
Hari ke-9                              = 10,96 mg/dl
Hari ke-10                            = 8,06 mg/dl
Di hari ke 9 ternyata bilirubinnya naik kembali dan dokter tidak memperbolehkan Zidia pulang sampai keesokan harinya jika sudah turun.
Pada hari ke 10 Alhamdulillah sudah turun dan saatnya Zidia pulang ke rumah kami.
Welcome Home Son...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar